Gambar: DSC00262

Jakarta, 27 Februari 2026 — Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan manusia yang menggunakannya. Dalam konteks itulah peluncuran Digital Addiction Response Assistant (DARA) menjadi langkah penting yang kami pandang relevan dengan penguatan kapasitas keluarga di era digital.

Fitur bimbingan dan konsultasi adiksi gim ini resmi diperkenalkan di Mall Sarinah, Jakarta Pusat, oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari penguatan implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS).Bagi kami di BPSDM Komdigi, inisiatif ini bukan sekadar peluncuran fitur baru, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem digital yang sehat melalui literasi dan pendampingan yang lebih aplikatif.

Literasi Digital Tidak Berhenti pada Klasifikasi

Gim digital telah menjadi bagian dari keseharian anak dan remaja. Selain mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir strategis, industri gim juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Namun, kami juga melihat adanya tantangan nyata. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dalam sampel tertentu, sekitar 33% hingga 39% siswa SMA di Indonesia berada pada kategori kecanduan gim tingkat sedang hingga berat. Angka ini menjadi pengingat bahwa edukasi tidak cukup berhenti pada pemilihan konten yang sesuai usia, tetapi harus disertai pendampingan yang berkelanjutan. IGRS sebelumnya telah hadir sebagai panduan klasifikasi usia dan konten gim. Melalui DARA, pendekatan tersebut diperluas menjadi pendampingan yang lebih komprehensif bagi keluarga.

DARA sebagai Instrumen Pendampingan

Dalam perspektif pengembangan SDM digital, DARA kami lihat sebagai instrumen preventif dan responsif. Fitur ini menyediakan:

  • Edukasi untuk mengenali tanda awal adiksi gim
  • Asesmen untuk mengukur tingkat kecanduan
  • Modul pendampingan keluarga
  • Akses konsultasi dengan konselor hingga psikolog

Pendekatan ini penting agar orang tua tidak hanya mengetahui kategori usia gim, tetapi juga memiliki strategi konkret dalam mendampingi anak di ruang digital. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam sambutannya menegaskan keseimbangan antara dukungan terhadap industri dan perlindungan anak:

“Games membantu kita menjadi lebih kreatif dan industri ini tetap kami dukung sebagai bagian dari ekosistem digital nasional. Namun, di saat yang sama, pemerintah harus hadir melindungi anak-anak dari dampak negatif seperti adiksi. Peluncuran DARA adalah langkah konkret untuk merespons persoalan tersebut sekaligus membuka ruang bagi inovasi anak muda lainnya dalam isu kesehatan mental.”

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa penguatan industri dan perlindungan generasi muda bukan dua hal yang bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan.

Tema yang diusung, “Bermain Lebih Sehat, Tumbuh Lebih Hebat. Bersama Dampingi Anak di Dunia Gim. Main Aman, Anak Nyaman”, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan digital keluarga sebagai fondasi pembangunan SDM di era transformasi digital.

Sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia komunikasi dan digital, kami memandang DARA sebagai langkah strategis yang tidak hanya menjawab isu adiksi gim, tetapi juga memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama anak di ruang digital. Transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila inovasi teknologi diimbangi dengan penguatan kapasitas manusia yang menggunakannya. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)


Label
dara, diluncurkan, peran, keluarga, ekosistem, gim, sehat