Gambar: Inopi

Jakarta, 26 Oktober 2026 — Inovasi Pembelajaran Indonesia (INOPI) resmi diluncurkan pada Senin, 26 Oktober 2026, di MARKAS Jakarta, Midpoint Place, Jakarta Pusat. Peluncuran ini terselenggara dengan dukungan penuh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mulai dari penyediaan MARKAS, Jakarta sebagai lokasi acara. Mengusung tema “Beyond Technology: Shaping the Future of Learning”, INOPI hadir sebagai ruang kolaborasi untuk memastikan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran benar-benar berdampak bagi manusia.

Komdigi: Tuan Rumah dan Mitra Strategis

Dukungan Komdigi menjadi salah satu fondasi penting dalam peluncuran INOPI. Selain menyediakan Markas Komdigi Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan, Komdigi melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Boni Pudjianto juga terlibat langsung dalam perjalanan INOPI sebagai salah satu dari 26 founder INOPI.

Dalam acara peluncuran, Boni menyampaikan sambutan mewakili Kementerian Komdigi. Kehadiran Komdigi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

[Dalam sambutannya, Boni menyoroti peran transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam membuka peluang baru bagi pendidikan dan pelatihan. Ia menekankan pentingnya kesiapan talenta digital dan literasi digital, termasuk literasi AI, bagi masyarakat dan tenaga kerja; ekosistem digital yang mendukung pembelajaran yang inklusif dan merata; serta pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dengan memperhatikan etika, keamanan, dan perlindungan data. Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas, termasuk melalui wadah seperti INOPI.]

[“Transformasi digital membuka peluang besar bagi pembelajaran, tetapi manfaatnya sangat bergantung pada kesiapan talenta, ekosistem, dan kolaborasi. Komdigi menyambut baik kehadiran INOPI sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat inovasi pembelajaran di Indonesia.”] — Boni Pudjianto, Kepala BPSDM Komdigi

Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Industri

INOPI dipimpin oleh Ketua Umum Prof. Dr. Ir. Meyliana, S.Kom., MM, IPU, ASEAN Eng, CDMS, CBDMP, CME, dan didirikan oleh 26 founder dari kalangan pemerintah, akademisi, industri, dan profesional. Selain Komdigi, peluncuran ini juga dihadiri Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui sambutan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Non Formal Informal, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., PhD secara daring.

“INOPI hadir dengan keyakinan bahwa inovasi pembelajaran merupakan pondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami ingin mendorong ekosistem pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala BPSDM Komdigi, Bapak Boni Pudjianto atas kesediaan menjadi Founder INOPI serta memberikan dukungan melalui fasilitas Markas Mid Point Komdigi, Lantai 21, sebagai tempat peluncuran INOPI. Dukungan ini menjadi kehormatan sekaligus landasan berharga bagi langkah INOPI dalam membangun masa depan pembelajaran Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi” — Prof. Meyliana, Ketua Umum INOPI

Rangkaian acara meliputi konferensi pers, sambutan, perkenalan para founder, peluncuran resmi INOPI, keynote speech, serta dua sesi diskusi panel bertajuk “AI & Learning Innovation” dan “Building Indonesia’s EdTech Ecosystem”.

Beyond Technology: Teknologi untuk Manusia

Tema “Beyond Technology: Shaping the Future of Learning” menegaskan bahwa masa depan pembelajaran tidak cukup dibangun melalui adopsi teknologi semata. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman, mengembangkan kompetensi, dan memberdayakan manusia.

Semangat ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi digital. Melalui tagline “Innovating Learning, Empowering the Future”, INOPI berkomitmen menjadi mitra kolaborasi dalam mendorong lahirnya praktik pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berdampak bagi Indonesia. (Pubdok/RAF)


Label
komdigi, inopi, markas, jakarta, ekosistem, inovasi, pembelajaran, indonesia