Gambar: Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto pada Sidang Senat Terbuka STMM

Jakarta (10/09/2026) – Salah satu unit pelaksana teknis Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi), yaitu Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta kembali meluluskan 188 orang Sarjana. Dan 27 di antaranya telah masuk ke dunia industri maupun berwirausaha, bahkan sebelum resmi lulus dan wisuda.

Memperoleh Pengakuan dari Industri

Hal ini sebagaimana Ketua STMM, R. M. Agung Harimurti sampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu (9/9) lalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa STMM memperoleh pengakuan dari dunia industri. “Ini menjadi bukti bahwa lulusan kita tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga telah mampu menunjukkan kualitas, kapasitas, dan profesionalismenya sejak masih berstatus sebagai mahasiswa,” kata Agung.

Potret kesiapan ini merupakan hasil dari model pendidikan terapan yang STMM implementasikan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Sarjana Terapan. Selain menerapkan pembelajaran dengan komposisi 40% teori dan 60% praktik, STMM juga mengarahkan dan memfasilitasi para mahasiswanya melalui berbagai gelar karya, praktikum, kerja praktik di berbagai industri terkait, seperti animasi dan game, penyiaran, instansi pemerintah, hingga swasta.

Tak lupa pula Agung menyampaikan apresiasi kepada enam lulusan terbaik dari setiap prodi. Keenam lulusan tersebut, yaitu:

  1. Astrid Nur Wahyu, Prodi Manajemen Produksi Siaran, IPK 3.94;
  2. Nayla Sucianti Koswara, Prodi Manajemen Produksi Berita, IPK 3,78;
  3. Andika Fattah Rizky, Manajemen Teknik Studio Produksi, IPK 3,91;
  4. Firdi Kurnia Rahman, Prodi Teknologi Permainan, IPK 3,74;
  5. Thoriq Giva Putra, Prodi Animasi, IPK 3,84; dan
  6. Wahyu Nadiatul Rahman, Prodi Manajemen Informasi Komunikasi, IPK 3,83.
  7. Pada wisuda kali ini terdapat wisudawati termuda yang berhasil lulus pada usia 21 tahun 11 hari. Wisudawati ini, yaitu Mila Farahani dari Prodi MIK, IPK 3,80 yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan.

Boni: Manusia yang Harus Bertanggung jawab Atas Keputusan Akhir Penggunaan AI

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto turut menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang membuat proses produksi konten digital makin mudah dan cepat, serta turut mengubah cara masyarakat memproduksi dan mengonsumsi konten. Namun Boni juga mengingatkan kepada para lulusan untuk tetap berintegritas dalam berkarya dan menekankan bahwa manusia tetap berperan serta bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi itu.

“AI bisa membuat konten, tapi AI tidak bisa menggantikan hati nurani. AI bisa menghasilkan gambar, tetapi AI tidak boleh menentukan apa yang benar dan apa yang salah. AI bisa memberikan jawaban, tetapi manusialah yang harus bertanggung jawab atas keputusan akhirnya,” ujar Boni tegas.

Boni juga mengingatkan para lulusan agar tidak menyalahgunakan teknologi yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Ia berpesan untuk terus menjaga posisi human in the loop agar manusia tetap berperan sebagai pengendali, penentu, dan bertanggung jawab atas keputusan akhir penggunaan AI.

Teknologi Hebat adalah yang Mampu (Bantu) Selesaikan Masalah Manusia

Lebih lanjut Boni menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital hingga 2030. Dan ini menjadi peluang bagi para lulusan STMM untuk berkarya maupun membuka usaha baru, dengan mengajak para lulusan untuk memanfaatkan program pengembangan SDM bidang komdigi yang BPSDM Komdigi jalankan, seperti Digital Talent Scholarship dan Artificial Intelligence Talent Factory.

“AI tidak hanya untuk industri besar. AI juga harus dikembangkan untuk menjawab persoalan masyarakat. Teknologi yang hebat bukan teknologi yang paling rumit, tetapi teknologi yang mampu menyelesaikan masalah manusia,” kata Boni.

Wisuda, Titik Awal Masuki Kehidupan Masyarakat yang Dinamis

Boni pun tak lupa mengingatkan bahwa kelulusan bukan merupakan akhir proses belajar. Menurutnya kelulusan menjadi titik awal masuk dunia yang lebih luas dan menuntut kita untuk terus belajar.

“Wisuda bukanlah garis akhir, wisuda adalah garis keberangkatan. Setelah ini saudara memasuki ruang industri, ruang inovasi, ruang kebijakan, dan ruang kehidupan masyarakat yang terus berubah. Teruslah belajar, berinovasi, dan yang paling penting, tetap jaga integritas,” tutup Boni.

Selamat atas kelulusan 188 Sarjana STMM! Semoga amanah dengan raihan ilmu dan bermanfaat bagi diri serta masyarakat. (Publikasi BPSDM Komdigi/RAF)


Label
sidang senat terbuka, wisuda, program, sarjana, sarjana terapan, stmm, sekolah tinggi multi media, periode i ta 2026/2027, 27 mahasiswa, terserap, industri, sebelum kelulusan, bpsdm komdigi