Workshop ini merupakan bagian lanjutan dari rangkaian program AITF yang bertujuan untuk mencetak talenta digital unggul di bidang kecerdasan artifisial. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng.,Ph.D, Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS, Prof. Ir. Dr. Diana Purwitasari, S.Kom., M.Sc, Perwakilan dari JICA (Japan International Cooperation Agency) Project Formulation Advisor, Atsusi Sano, Senior Program Officer, Nindita Paramastuti, Perwakilan dari Amazon Web Service, Head Of Public Sector, Muhammad Yopan, Head Of Solutions Architect, Rudi Suryadi, Solutions Architect, Muchammad Agus, Kementerian Koperasi Staf Khusus Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi, Tsabit Arubaya, Staf Khusus Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi, Muhammad Zain, Internet Society (ISOC) , Program Manager, Bayu Sulistiyanto, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Tim Klinik Hoaks, Eko Pangkapi dan Martin
Wakil Rektor Universitas Brawijaya Bidang Akademik Imam Santoso, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Tri Astoto Kurniawan, serta jajaran undangan dari UGM dan ITS, termasuk para dosen dan tutor teknis dari masing-masing kampus.
Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan yang diisi oleh sambutan dari Tri Astoto Kurniawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Workshop 2 merupakan tahapan penting dalam rangkaian AITF sebagai kelanjutan dari Workshop 1 hingga nantinya mencapai tahap akhir berupa graduation. Ia juga menekankan bahwa setiap tim diharapkan mampu menghasilkan prototipe yang sesuai dengan permasalahan pada use case yang diangkat. “Prototipe yang dihasilkan harus dapat digunakan dan memberikan manfaat, meskipun kontribusinya kecil, namun dapat menjadi penggerak bagi perubahan yang lebih luas. Kolaborasi lintas bidang juga menjadi kunci penting dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa,” ujarnya.
Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Imam Santoso. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital nasional, khususnya dalam menghasilkan solusi berbasis data. “Melalui program ini, diharapkan ekosistem digital di Indonesia semakin kuat, terutama dalam perumusan kebijakan berbasis data. Skenario yang dibangun akan semakin mendekati realitas apabila didukung oleh data time series yang terintegrasi dalam sistem berbasis kecerdasan,” ungkapnya.
Pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi mentor terkait use case dari setiap kelompok masing-masing. Diskusi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap permasalahan yang diangkat sekaligus merumuskan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang relevan.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti sesi paparan progres dari masing-masing tim sebagai bentuk evaluasi dan pengembangan proyek yang sedang dikerjakan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan expert lecture yang disampaikan oleh Esther Irawati Setiawan sebagai Google Developer Expert in AI, yang memberikan wawasan mendalam terkait pengembangan teknologi kecerdasan artifisial dan praktik menggunakan Antigravity.
Workshop 2 ditutup dengan harapan bahwa seluruh peserta dapat terus mengembangkan solusi inovatif berbasis AI yang tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program Artificial Intelligence Talent Factory, diharapkan lahir talenta digital yang adaptif, kolaboratif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekosistem digital Indonesia. (YA)
Label
talenta digital, workshop, aitf, artificial intelligence