Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai program pelatihan digital yang disiapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional. Fokus utama sosialisasi diarahkan pada peningkatan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan pola kerja dan pelayanan publik berbasis teknologi.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Government Transformation Academy (GTA), yaitu skema pelatihan yang ditujukan bagi ASN, tenaga honorer, tenaga kontrak, PPNPN, hingga personel TNI dan Polri. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan aparatur dalam memanfaatkan teknologi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan adaptif..
Program Government Transformation Academy menyediakan berbagai tema pelatihan yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital saat ini, di antaranya Pemanfaatan AI di Pemerintahan, AI for Content Creation, Junior Network Administrator, Video Production for Government Campaign, Fasilitator Pembelajaran Digital, Business Process Engineer, hingga Digital Mindset dan Data Driven Decision Making.
Pelatihan “Pemanfaatan AI di Pemerintahan” dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan Artificial Intelligence guna mendukung pekerjaan sehari-hari, mulai dari penyusunan teks, pengelolaan beban kerja, hingga pembuatan multimedia dan presentasi. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI dalam lingkungan kerja pemerintahan.
Sementara itu, pelatihan “AI for Content Creation” difokuskan pada pengembangan keterampilan memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan konten kreatif berupa teks, desain visual, audio, hingga video yang dapat dipublikasikan di media sosial.
Program lainnya seperti “Junior Network Administrator” membekali peserta dengan kemampuan pengelolaan jaringan komputer, konfigurasi switch dan routing, serta teknologi jaringan nirkabel. Adapun pelatihan “Video Production for Government Campaign” memberikan keterampilan praktis dalam produksi konten video pemerintahan mulai dari perencanaan, pengambilan gambar, editing, hingga publikasi sesuai ketentuan hukum dan etika digital.
Selain GTA, BLSDM Komdigi Surabaya juga memperkenalkan program Digital Expertise (DEX) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Talenta Digital. Program ini ditujukan bagi mahasiswa, siswa aktif, pekerja, maupun masyarakat umum melalui metode pembelajaran mandiri berbasis Learning Journey. Program DEX menghadirkan sejumlah bidang kompetensi seperti Junior Graphic Designer, Assistant Web Developer, Cyber Security, Cloud Computing, dan Artificial Intelligence bekerja sama dengan mitra global seperti Huawei, Google, Microsoft, dan AWS.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak aparatur pemerintah dan masyarakat yang memahami pentingnya peningkatan kompetensi digital dalam menghadapi era transformasi digital. Program Digital Talent Scholarship Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin adaptif, inovatif, dan kompetitif di era teknologi digital. (MB/YA)
Label
sosialisasi, jawa timur, talenta digital, digitalent, government transformation