Gambar: WhatsApp Image 2026 05 04 at 08 42 19 1 j

Sampit, (04/05/2026) – Sebanyak 70 ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti Pelatihan Aparatur Digital (PAD) bertema “Junior Office Operator” yang digelar BLSDM Komdigi Banjarmasin bersama BKPSDM Kotawaringin Timur, pada 4–8 Mei 2026. Pelatihan ini tidak sekadar mengenalkan penggunaan aplikasi, tetapi menekankan pembenahan cara kerja administrasi yang lebih tertata, efisien, dan berbasis sistem digital, mulai dari pengelolaan dokumen hingga pemanfaatan perangkat kerja yang digunakan sehari-hari.

Kegiatan dibuka di Balai Diklat BKPSDM Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (4/5), dan dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, S.T., M.Si., Kepala BKPSDM Kotawaringin Timur, Kamaruddin Makkalepu, S.Hut., M.M., serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kotawaringin Timur, Akhmad Fahmi Rizal, S.T.

Mengawali rangkaian sambutan, Kepala BKPSDM Kotawaringin Timur, Kamaruddin Makkalepu, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan BLSDM Komdigi Banjarmasin dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.

“Pelatihan ini kami dorong sebagai upaya peningkatan kompetensi ASN, khususnya dalam pengelolaan administrasi perkantoran dan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik,” paparnya.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang membacakan sambutan Bupati Kotawaringin Timur. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas aparatur di era digital.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi ASN, khususnya pada bidang pengelolaan administrasi dan pemanfaatan teknologi informasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemampuan dalam mengelola data, administrasi, dan sistem informasi secara efektif dan efisien kini menjadi sebuah keharusan.

“Aparatur dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, BLSDM Komdigi Banjarmasin bersama BKPSDM Kabupaten Kotawaringin Timur berharap pelatihan yang dilaksanakan dapat menjadi titik awal pembenahan pola kerja administrasi yang lebih modern. Dengan kompetensi yang semakin terarah, aparatur diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan selaras dengan perkembangan digital.

****