Gambar: Fota bersama pembukaan pelatihan bagi penyandang disabilitas

Tanjung, (02/07/2026) – Rangkaian Pelatihan Keterampilan Digital Dasar bertema “Video Content Creator” hasil kolaborasi BLSDM Komdigi Banjarmasin bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong resmi berakhir, Kamis (2/7). Selama empat hari pelaksanaan, program ini menjangkau dua kelompok peserta yang berbeda, yakni 25 masyarakat umum pada Batch 4 (29–30 Juni 2026) dan 20 peserta penyandang disabilitas pada Batch 5 (1–2 Juli 2026). Seluruh kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pengembangan kompetensi digital bagi masyarakat Kabupaten Tabalong.

Selain membekali peserta dengan keterampilan produksi konten video, pelatihan juga memberikan pengalaman praktik secara langsung, mulai dari penyusunan ide, teknik pengambilan gambar, hingga penyuntingan video yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peluang kerja maupun pengembangan usaha di era digital.

Pembukaan Batch 5 turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Faisal Rahman, S.H., bersama jajaran pejabat struktural dan pejabat fungsional Disnaker Tabalong, serta Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjung. Dalam sambutannya, Faisal menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Disnaker terus berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas akses usaha di era digital. Kami berharap peserta mampu meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, serta daya saing sehingga dapat beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja secara mandiri,” ujarnya sekaligus membuka pelatihan Batch 5.

Kesan positif juga disampaikan para peserta. Widya, peserta Batch 4, mengaku pendekatan pelatihan yang lebih banyak mengedepankan praktik membuat materi lebih mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan.

“Sebelumnya saya pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dan video editing saat sekolah di Yogyakarta, tetapi waktu itu lebih banyak teori dibanding praktik. Di pelatihan ini justru kami lebih banyak praktik secara langsung. Masyaallah, ilmunya sangat bermanfaat dan semoga bisa menjadi penyemangat bagi saya untuk terus konsisten membuat konten,” tuturnya.

Bagi peserta Batch 5, pengalaman mengikuti pelatihan menjadi sesuatu yang baru sekaligus membuka ruang belajar yang lebih inklusif. Asep, peserta penyandang disabilitas tuna rungu yang didampingi Juru Bahasa Isyarat (JBI), menyampaikan rasa antusiasnya setelah mengikuti pelatihan.

“Di sini saya bisa belajar ilmu dan wawasan baru. Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami teman-teman tuli mengikuti pelatihan tentang video content creator,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Rahmat, peserta penyandang disabilitas tuna netra yang sehari-hari bekerja sebagai terapis pijat. Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal bagi saya ke depannya,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang telah terjalin lama, BLSDM Komdigi Banjarmasin bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan keterampilan baru bagi para peserta, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkarya, mandiri, dan berdaya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

****


Sisipan