Gambar: Pembukaan Pelatihan Aparatur Digital "Video Production for Government Campaign"

Banjarmasin, (22/06/2026) – Sebanyak 30 ASN dan PPPK dari wilayah kerja BLSDM Komdigi Banjarmasin yang meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara mengikuti Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) bertema “Video Production for Government Campaign”. Pelatihan yang berlangsung pada Senin–Jumat, 22–26 Juni 2026 tersebut dibuka di Ruang Galeri BLSDM Komdigi Banjarmasin dan ditujukan untuk memperkuat kemampuan aparatur pemerintah dalam memproduksi konten video yang efektif sebagai sarana komunikasi dan kampanye pemerintah.

Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris BPSDM Komdigi, I Nyoman Adhiarna; beserta jajaran BPSDM Komdigi, yakni Ketua Tim Kerja Perencanaan, Pelaporan, Kerja Sama, dan Manajemen Risiko, Hendra Fatadona; Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Yusnita Habsari Utami; Ketua Tim Fokus Evaluasi dan Pelaporan, Rahmat Taufik Prasetyo; Tim Organisasi dan Tata Kelola, Sudarsih; serta Asisten Tata Usaha Sekretariat BPSDM Komdigi, Anggi Fitri Nuraeni. Rombongan BPSDM Komdigi tersebut disambut langsung oleh Plt. Kepala BLSDM Komdigi Banjarmasin, Syarifuddin, dalam acara pembukaan pelatihan yang berlangsung pada Senin (22/6).

Dalam laporannya, Plt. Kepala BLSDM Komdigi Banjarmasin, Syarifuddin, menyampaikan bahwa minat aparatur terhadap pelatihan ini cukup tinggi. Dari 138 pendaftar yang berasal dari empat provinsi di Kalimantan, sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos seleksi, termasuk dua peserta terjauh yang berasal dari Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

"Antusiasme pendaftar terhadap pelatihan ini cukup tinggi. Tercatat ada 138 pendaftar dari empat provinsi di wilayah kerja BLSDM Komdigi Banjarmasin, mencakup Kalsel, Kalteng, Kaltim, dan Kaltara, dan setelah melalui proses seleksi, kami menetapkan 30 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan ini. Bahkan, peserta terjauh datang dari Kalimantan Utara, yakni dari Nunukan dan Tarakan. Hal ini tentu menjadi semangat bagi kami,” ujar Syarifuddin.

Syarifuddin juga berharap pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga wadah bagi para peserta untuk saling bertukar pengalaman dan menghasilkan konten pemerintahan yang lebih kreatif serta bermanfaat bagi instansi masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris BPSDM Komdigi, I Nyoman Adhiarna, yang sekaligus membuka kegiatan, mengingatkan bahwa kemampuan produksi video tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan pesan pemerintah secara tepat kepada masyarakat yang dituju.

"Saya berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis mengenai keterampilan gambar dan penyuntingan, tetapi juga pemahaman strategis mengenai penentuan target audiens dan efektivitas pesan," ungkapnya.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan dibekali materi mulai dari perencanaan konten, teknik pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan video yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan kampanye pemerintah di instansi masing-masing.

Melalui pelatihan ini, BLSDM Komdigi Banjarmasin berharap kompetensi digital aparatur pemerintah terus berkembang, sehingga mampu menghadirkan komunikasi publik yang lebih efektif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

****