Gambar: Nezar Patria juga menegaskan bahwa pengembangan AI nasional harus diarahkan agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan mengembangkan AI sesuai dengan karakter serta kepentingan nasional.

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan Peta Jalan Nasional Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai landasan strategis untuk mewujudkan kedaulatan teknologi nasional. Dokumen ini disusun bersamaan dengan Pedoman Etika AI guna memastikan pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia berlangsung secara aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

Peta jalan dan pedoman etika tersebut ditempatkan sebagai pelengkap kerangka hukum yang telah ada, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, regulasi penyelenggaraan sistem elektronik, serta ketentuan hak cipta. Tujuannya adalah agar seluruh proses pengembangan, pemanfaatan, dan distribusi teknologi berada dalam satu jalur regulasi yang konsisten, serta tata kelola AI memiliki dasar kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa kedaulatan teknologi menjadi sangat penting mengingat perkembangan AI global berlangsung sangat cepat. Dalam dua tahun terakhir, kemampuan generatif AI berkembang jauh melampaui prediksi. Bahkan, dalam jangka waktu enam bulan, berbagai fitur baru terus bermunculan dan mendorong persaingan global antarnegara, khususnya dalam penguatan infrastruktur pusat data (data center), unit pemrosesan grafis (GPU), dan daya komputasi (computing power). Oleh karena itu, Indonesia tidak dapat hanya bergantung pada model AI asing yang belum tentu relevan dengan konteks dan kebutuhan nasional.

Nezar Patria juga menegaskan bahwa pengembangan AI nasional harus diarahkan agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan mengembangkan AI sesuai dengan karakter serta kepentingan nasional. Konsep ini dikenal sebagai Sovereign AI atau AI berdaulat, yakni model pengembangan kecerdasan buatan yang menempatkan negara sebagai aktor aktif dalam inovasi teknologi.

Sebagai bagian dari implementasi peta jalan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia digital. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah AI Talent Factory, sebuah program pelatihan yang dirancang untuk menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang dan perancang teknologi AI. Program ini telah dilaksanakan di Universitas Brawijaya dan direncanakan untuk diperluas ke sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Melalui penyusunan Peta Jalan Nasional AI dan penguatan talenta digital, pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI yang berdaulat dan berkelanjutan. Kebijakan ini diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai pemain aktif dalam perkembangan teknologi global sekaligus memaksimalkan pemanfaatan AI untuk kemajuan bangsa.


#AItalentfactory #AITF #InovasiAI #Kemkomdigi #KementerianKomunikasidanDigital #Indonesia #Komdigi #Kemenkomdigi #KomdigiRI #KemkomdigiRI #DTS #JadiJagoanDigital #DigitalTalentScholarship #MakinCakapDigital #TalentaDigital #Talenta #Digital


Label