Gambar: IMG 0555

Jakarta (04/06/2026) – Guna memperkuat pengembangan talenta digital Indonesia, khususnya di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi bekerja sama dengan ASEAN Foundation meluncurkan program AI Ready ASEAN di Indonesia. Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara keduanya pada Kamis (4/6) di Jakarta menjadi titik awal pelaksanaan fase kedua program tersebut di Indonesia.

Target 250.000 Peserta

Kemitraan keduanya bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap literasi AI, memperkuat ketahanan digital, serta mendorong pemanfaatan teknologi yang aman dan bertanggung jawab. Menargetkan 250.000 peserta, pelaksanaan program ini di berbagai wilayah Indonesia turut menggandeng sejumlah mitra lokal, seperti Ruangguru Foundation dan Bebras Indonesia.

Nezar: Fokus utama adalah membangun talenta digital yang siap hadapi transformasi teknologi

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria menyampaikan bahwa penguasaan AI akan menjadi salah satu faktor utama daya saing bangsa di masa depan. Sehingga ia menilai sudah saatnya negara di kawasan ASEAN berkolaborasi untuk mempercepat pengembangan talenta digital dan memperluas pemanfaatan AI secara inklusif.

“Penandatanganan MoU antara ASEAN Foundation dan BPSDM Komdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI. Negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital,” kata Nezar.

Nezar berpendapat bahwa selain sebagai kawasan geografis dan politik, ASEAN juga merupakan ekosistem yang berpeluang untuk tumbuh besar bersama. Negara-negara di kawasan ini dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan best practice dalam pemanfaatan AI melalui program ASEAN AI Ready.

“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” lanjut Nezar.

Pengembangan talenta digital menjadi salah satu program prioritas Kementerian Komdigi. Selain menjadi pengguna teknologi, Pemerintah ingin masyarakat mampu memanfaatkan AI untuk menciptakan inovasi dan solusi dengan manfaat nyata untuk kehidupan sehari-hari.

Piti: AI Ready ASEAN di Indonesia telah menjangkau lebih dari 5,3 juta peserta

Sementara itu Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam menyampaikan bahwa hingga saat ini, AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 8,3 juta peserta di seluruh ASEAN. Di Indonesia sendiri program ini telah menjangkau lebih dari 5,3 juta peserta dari Aceh hingga Papua. “Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ujar Piti.

Dengan kolaborasi ini, Kementerian Komdigi melalui BPSDM Komdigi serta ASEAN Foundation berharap dapat mengakselerasi terwujudnya ekosistem digital yang inklusif. Selain itu bisa memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di ASEAN untuk terus #tumbuh dan memperluas manfaat teknologi AI bagi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan sektor publik. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)


Label
bpsdm komdigi, asean, foundation, kolaborasi, jutaan, talenta, ai, indonesia