Jakarta (23/12/2025) – Pemerintah terus berkomitmen menjadikan transformasi digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang adaptif dan berorientasi kepada layanan publik. Namun demikian agar layanan ini berhasil memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dengan ASN sebagai penggerak utama perubahan di instansi pemerintahan.
Untuk mewujudkan hal itu, Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) melalui Pusat Pengembangan (Pusbang) Aparatur Komdigi menginisiasi program pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) dan Government Transformation Academy (GTA). Kedua program ini merupakan upaya sistematis dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan digital ASN yang mampu mengelola perubahan, mendorong inovasi, serta memastikan pemanfaatan teknologi digital agar berdampak nyata bagi masyarakat dan juga publik.
Noor: Perkuat jejaring kolaborasi untuk pengembangan kepemimpinan digital ASN
“Transformasi digital pemerintahan merupakan agenda strategis nasional yang perlu diperkuat dalam rangka mewujudkan birokrasi yang adaptif, efektif, efisien, dan berorientasi kepala layanan publik,” demikian buka Kepala Pusbang Aparatur Komdigi, Noor Iza dalam laporannya pada ASN Digital Leaders Summit 2025 pada Jumat (19/12) lalu. Penyelenggaraan summit ini merupakan forum strategis nasional untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan arah kebijakan dan langkah tindak lanjut pengembangan ASN bidang digital secara berkelanjutan. Dalam laporannya Noor juga menjelaskan bahwa summit ini juga sebagai wadah dialog strategis antara pengambil kebijakan, pimpinan instansi, mitra strategis, serta alumni pelatihan dalam rangka penguatan kepemimpinan digital ASN.
Noor juga menyampaikan bahwa summit ini bertujuan, salah satunya untuk mensosialisasikan arah kebijakan strategi nasional dalam pengembangan ASN digital. Selain itu, tujuan lain dari summit ini juga untuk menyelaraskan pemahaman dan persepsi para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan pelatihan kepemimpinan digital ASN.
“Kemudian menghimpun masukkan strategis untuk penyempurnaan program DLA dan GTA. Dan untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh mitra strategis,” lanjut Noor menjelaskan tujuan penyelenggaraan ASN Digital Leaders Summit 2025.
Keberadaan AI menuntut SDM memiliki kompetensi baru
Sementara itu dalam sambutannya Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kunci dari keberhasilan, tidak hanya di pemerintahan, tapi juga di sektor swasta. Bahkan kemampuan/kompetensi AI menjadi salah satu indikator dalam memilih pegawai di sektor swasta.
“Di private sector, salah satu indikator pemilihan pegawai adalah kemampuan AI mereka. Jadi, digital, tapi di-equipped lagi dengan AI,” terang Boni.
Lebih lanjut Boni menjelaskan bahwa dalam arah pengembangan Indonesia digital 2025–2029, di Kementerian Komdigi ada T3, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya merupakan tema utama untuk menjaga dunia digital di Indonesia agar tetap aman.
Boni juga menjelaskan bahwa ada tiga penggerak utama disrupsi di industri, yaitu kemajuan teknologi, khususnya AI. AI ini sendiri mendorong otomasi dan robotisasi.
Menurut Boni, tren kebutuhan talenta di bidang (AI) ini sangat besar. “Bukan berarti menghilangkan peran manusia, tapi manusia harus memiliki kompetensi baru di bidang (AI) ini,” ujar Boni.
Untuk menghadapinya, Boni juga berpendapat bahwa pemerintah harus memfasilitasi dengan fokus pada peningkatan kemampuan diri, terutama ASN. Selain itu, pemerintah juga harus menyiapkan regulasi yang tepat, dan pandangan ke depan, serta tindakan kolektif.
Di sinilah Kementerian Komdigi berperan sebagai pengarah AI, dan saat ini sedang menyiapkan cetak biru, peta jalan, dan etika penggunaan AI. Sebelum resmi membuka acara, Boni turut menjelaskan bahwa BPSDM Komdigi ikut berperan dengan berbagai program pengembangan SDM bidang digitalnya, seperti DLA, GTA, Digital Talent Scholarship, serta Diploy.
Kepemimpinan Digital ASN sebagai Katalis Pencapaian Transformasi Digital Pemerintah
ASN Digital Leaders Summit 2025 ini berlangsung pada Jumat (19/12) lalu di BSD dengan tema Kepemimpinan Digital ASN sebagai Katalis Pencapaian Transformasi Digital Pemerintah. Fokus utama summit ini, yaitu:
Konsepsi Rancangan Peta Jalan Pemerintahan Digital yang menjadi bagian dari RPJP 2025–2045.
Pola pengembangan kompetensi ASN Digital yang menyeluruh dan integrasinya ke dalam Sistem Manajemen Talenta.
Penguatan digital leadership sebagai kompetensi penting ASN dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemerintahan berbasis teknologi informasi.
Peningkatan pemahaman ASN terhadap strategi penggunaan teknologi digital dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi inovasi digital di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Pembahasan studi kasus dan praktik terbaik (best practice) dalam mengimplementasikan transformasi digital di instansi pemerintah.
Momentum ASN Digital Leaders Summit 2025 ini sekaligus menjadi wahana tukar pikiran, berbagi pengalaman, serta pembelajaran praktik antara ASN dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Dengan semakin kuatnya digital leadership ASN, tentu harapannya akselerasi transformasi digital pemerintahan dapat berlangsung lebih efektif dan berdampak luas bagi kualitas layanan kepada publik. (PusPA Komdigi - Publikasi BPSDM Komdigi/RAF)
Label
asn, digital, leaders, summit 2025, kompetensi, bidang ai