Rabu, 11 Maret 2025 — Workshop 1 Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) diadakan pada 11–12 Maret 2026 secara luring dan daring (hybrid) di tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem pengembangan talenta digital khususnya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Workshop ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital, I Nyoman Adhiarna, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi, Kepala Pusat Data Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial, Joko Widiarto, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Turut hadir pula para rektor perguruan tinggi serta para peserta program AITF. Rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan pembukaan serentak di tiga lokasi yang dilaksanakan secara hybrid. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi. Dalam laporannya disampaikan bahwa program AITF bertujuan menyiapkan talenta AI yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis tingkat tinggi, tetapi juga memiliki kapasitas inovatif dalam merancang serta menerapkan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor. Selanjutnya, Sekretaris Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital, I Nyoman Adhiarna, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. "Program Artificial Intelligence Talent Factory dirancang sebagai platform pembelajaran sekaligus kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan sektor publik dalam mengembangkan solusi berbasis AI yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat." ujarnya. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan mentor session yang menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, Kepala Pusdatin Kementerian Sosial, Joko Widiarto, serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Dalam sesi ini, para narasumber memberikan arahan, wawasan, serta perspektif terkait pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung penyelesaian berbagai permasalahan di sektor publik. Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti diskusi tim dan paparan progres dari tim Sekolah Rakyat, yang menjadi bagian dari tahapan pengembangan ide dan solusi berbasis AI yang sedang dikerjakan oleh para peserta. Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan paparan progres dan diskusi per tim dengan topik Pemetaan Kemiskinan. Peserta mempresentasikan perkembangan solusi yang telah dirancang sekaligus memperoleh masukan dari mentor dan fasilitator untuk penyempurnaan ide yang dikembangkan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan expert lecture dari para praktisi industri teknologi global. Sesi pertama disampaikan oleh Solutions Architect dari Alibaba Cloud, serta expert lecture kedua yang disampaikan oleh Murugaraj Odiathevar dari Sungkyunkwan University, yang memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan serta implementasinya dalam berbagai sektor industri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh peserta, yang menjadi ruang kolaboratif untuk bertukar gagasan, memperdalam pemahaman, serta memperkuat sinergi antar tim dalam mengembangkan solusi AI yang inovatif. Workshop 1 Program Artificial Intelligence Talent Factory ditutup dengan harapan agar para peserta dapat terus mengembangkan ide dan solusi yang telah dirancang sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia. (YA)

Label
talenta digital, workshop, aitf, artificial intelligence