Text
Akses keadilan dan migrasi global: kisah perempuan Indonesia pekerja domestik di Uni Emirat Arab
Tanah Arab sebagai tujuan kerja memang menjadi pilihan bagi sebagian wanita untuk bekerja sebagai buruh migran, karena berbagai harapan yang terkait dengan identitas riligiolitas. Tanah Arab dipandang sebagai tanah harapan, tanah suci. Namun mereka sama sekali tidak memahami pemahaman tentang konteks sosial dan budaya Arab., suatu pengetahuan yang sangat penting sebelum berangkat. Disamping tentu saja ketiadaan pengetahuan tentang hukum yang bisa diakses untuk melindungi mereka di negara tujuan. Mereka menjadi terkejut karena ternyata justru di tanah harapan, mereka tidak memperoleh kesempatan bahkan untuk bersembahyang lima waktu, suatu praktik keagamaan yanag biasa mereka lakukan di kampung halaman. Beban kerja yang berlebihan dan jam kerja yang panjang adalah salah satu kenyataan yaang harus mereka hadapi.Buku ini berisi studi yang mengkaji akses keadilan bagi perempuan pekerja migran domestik, dengan keempat pilarnya: 1. tersedianya hukum yang menjamin keadilan, 2. pengetahuan hukum, 3. identitas hukum, 4. bantuan hukum.
No copy data
No other version available