Gambar: DSC09450

Jakarta (22/01/2026) – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi), Boni Pudjianto –mewakili Menteri Komdigi– menerima kunjungan delegasi Singapore Management University (SMU) dan Enterprise Singapore dalam kegiatan Company Visit and Sharing Session. Rombongan yang terdiri atas 25 peserta dari SMU Programme Team dan delapan delegasi Enterprise Singapore berkunjung untuk mendiskusikan praktik AI, digitalisasi, serta peluang kemitraan strategis Indonesia–Singapura.

Pengembangan Talenta Digital Nasional

Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital (Pusbang Talenta Digital), Said Mirza Pahlevi memaparkan perkembangan Digital HR Development Ecosystem Platform yang sedang Komdigi bangun. Platform yang pada perancangannya akan menjadi sistem end-to-end untuk penyelenggaraan pelatihan digital nasional. Dalam paparannya, Mirza menekankan sejumlah inovasi, mulai dari learning journey-based catalogue, materi berbasis IMDI daerah, standardisasi kompetensi melalui Peta Okupasi Nasional, hingga fitur kelas berbasis QR, sertifikat elektronik, dan digital talent pool.

Mirza juga menjelaskan peta pengembangan talenta AI melalui AI Talent Journey dan AI Talent Factory (AITF), yang menyiapkan peserta mulai dari tahap pemula hingga spesialis. Pada 2025–2026, BPSDM Komdigi memperkuat implementasi AITF melalui Digital Talent Pool, Digital Space Monitoring, serta kolaborasi universitas seperti UB, ITS, dan UGM.

Ekosistem Digital dan Prioritas AI 2026

Perwakilan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital, DJED, Bayu Aprilananda Sujatmoko menyampaikan kondisi ekosistem digital Indonesia dan prioritas strategis Komdigi ke depan. Bayu menegaskan bahwa Indonesia menunjukkan kelayakan komersial AI, dengan pertumbuhan pendapatan aplikasi AI mencapai 127%.

DJED menempatkan perluasan use case AI bernilai ekonomi dan pembangunan kepercayaan publik sebagai fokus 2026. Dalam paparannya, Bayu memperkenalkan Garuda Spark Innovation Hub, pusat inovasi yang mendorong adopsi AI, akselerasi startup, serta integrasi ekosistem digital nasional.

Enterprise Singapore dan SMU Buka Peluang Kemitraan

Enterprise Singapore menegaskan perannya sebagai penghubung ekosistem digital Indonesia–Singapura. Singapura menawarkan lingkungan investasi yang kuat, sementara Indonesia menghadirkan pasar teknologi yang berkembang pesat.

Sementara itu, SMU –yang memiliki enam sekolah termasuk Information Systems and Computing– menyampaikan fokus mereka pada riset dan kolaborasi akademik–industri, terutama dalam bidang kecerdasan buatan. SMU juga melaporkan telah menjalin kontak akademik dengan sejumlah kampus di Indonesia, termasuk Universitas Padjadjaran.

Isu Strategis

Sesi diskusi menyoroti beberapa isu strategis lintas negara:

Ketersediaan GPU & Data Center—Peserta membahas kebutuhan GPU yang terus meningkat seiring membesarnya program Digitalent. Potensi kerja sama akses GPU dengan Singapura turut menjadi perhatian.

Pengembangan Talenta AI Pemerintah—Komdigi menyoroti tantangan implementasi AI di sektor pemerintah, penyusunan roadmap AI, dan rencana regulasi Etika AI. Dua pilar utama pengembangan talenta –AI developers dan AI users– menjadi fondasi kebijakan.

AI Literacy & Peta Okupasi Nasional (PON)—PON menjadi acuan pemetaan kompetensi berdasarkan peran. Informasi detailnya tercantum pada laman standar SDM Digital.

Pendekatan Ekosistem Wilayah—Pengembangan talenta digital diarahkan sesuai kebutuhan daerah, seperti sektor pariwisata di Bali, ekosistem startup, dan pertanian.

Komitmen Penguatan Kolaborasi Indonesia–Singapura

Pertukaran pandangan mengenai peluang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan talenta digital, integrasi ekosistem AI, dan penguatan kerjasama strategis antara Indonesia dan Singapura menjadi sesi penutup pertemuan. (Publikasi BPSDM Komdigi/L/RAF)


Label
bpsdm komdigi, delegasi, smu, enterprise, singapore, kolaborasi, pengembangan, talenta ai