Text
The joy of missing out
Buku ini membahas betapa kesibukan orang-orang modern saat ini (terutama kaum urban), hingga seringkali mendapat stress dan tidak merasa bahagia. Secara garis besar, teorinya berupa antitesis terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dialami mulai dari para remaja, hingga orang dewasa/paruh baya. Jika FOMO membuat seseorang harus selalu merasa terhubung dengan dunia luar, serba update, serba cepat, sehingga merasa kewalahan dengan segala yang harus dilakukan setiap harinya, maka Joy of Missing Out (JOMO) justru mendorong seseorang untuk mengambil waktu dalam mengerjakan sesuatu dan menikmati apa yang dilakukan satu per satu semaksimal mungkin. Dalam bukunya ini, Tonya memberikan perspektif baru bahwa ketika seseorang merasa kewalahan, itu bukanlah efek dari banyaknya kesibukan yang harus ia lakukan, namun karena ketidaktahuannya untuk memulai dari mana. Ia meyakinkan bahwa melakukan lebih sedikit hal dalam satu waktu justru akan membuat seseorang lebih produktif karena ia bisa berkonsentrasi penuh terhadap pekerjaan tersebut.
No copy data
No other version available